Tujuh Organisasi Wartawan Provinsi Jambi, Tuntut Aksi Kekerasan Terhadap Wartawati Kompastv

By Apriyansyah 08 Agu 2018, 20:12:28 WIBHukum

Tujuh Organisasi Wartawan Provinsi Jambi, Tuntut Aksi Kekerasan Terhadap Wartawati Kompastv

Keterangan Gambar : Aksi Solidarits, Tuntut Kekerasan Terhadap Wartawati Kompastv (8/8/18)



JAMBI, liputan-sriwijaya.co.id --  
Tepatnya berlokasi di tugu pers 7 (tujuh) dari organisasi Wartawan Provinsi Jambi megelar Demo aksi damai Rabu (8/8/2018).

Dalam aksi damai ini ditugu pers kota Jambi terkait kasus pemukulan terhadap Suci Anisa wartawati Kompas TV, yang diakukan oleh oknum tim pengamanan Api Obor Asian Games, pada 4 Agustus 2018 yang lalu, masih terus bergulir sampai ada bukti nyata kasus hukum. 

STOP kekerasan terhadap Wartawan dalam aksi damai tersebut, puluhan pewarta yang tergabung dalam 7 (tujuh) organisasi wartawan perwakilan Provinsi Jambi PWI, AJI, IJTI, IWO, FJPI, UTI, dan AJOI.

Aksi solidaritas tersebut bertujuan, menuntut aksi kekerasan dan diskriminasi terhadap wartawan yang belakangan ini memang kerap dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.
 
Dikatakan oleh Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Jambi, Sri Rahayu Ningsih,  pihaknya menyatakan mendesak pihak Mapolda Jambi untuk menangani kasus tersebut secara serius, tanpa ditunda-tunda.

“Kami ingin pihak berwajib memperlakukan kasus ini sama dengan kasus-kasus lainnya. Diusut tuntas hingga akhir,” kata Sri Rahayu Ningsih.

Menurutnya, belakangan banyak terjadi perbuatan yang sangat tidak menyenangkan terhadap wartawan, salah satu contoh yang baru terjadi belakangan. Ini adalah penggerudukan yang dilakukan oleh massa salah satu partai terhadap Harian Radar Bogor di Bogor, termasuk wartawan yang terbunuh di Lapas terjadi di Kalimantan. 

Tindakkan pelaporan ini diambil oleh Kompas TV, setelah melakukan konsolidasi secara internal dengan pihak pusat dan beberapa organisasi wartawan yang ada di Jambi. 

Hal senada ditambahkan, Suharta Siregar, dari PWI Provinsi Jambi juga mengatakan, kasus kekerasan terhadap wartawan ini harus diusut tuntas. Tindakan arogansi oknum-oknum itu harus ditindak agar ada efek jera bagi siapa saja yang melakukan kekerasan kepada jurnalis. 

"Ada 5 poin tuntutan para jurnalis, pertama, mengutuk dan mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum pengamanan. Kedua, mendukung dan mengawal sepenuhnya proses hukum atas kasus Pemukulan terhadap wartawati Kompastv dari awal kejadian hingga tuntas pada akhirnya," sambungnya

"Ketiga, menolak penghentian kasus ini, keempat.mendesak pihak kepolisian serta instansi terkait untuk memproses serta mengusut sampai tuntas. Kelima. Agar dewan pers serta organisasi pers lainnya untuk ikut serta  mengawal tuntutan sesuai dengan UU pers, "pungkasnya. @Inro Kisinger. 


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Robby Prihandaya

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapa Calon Gubernur Sumatera Selatan
  Dodi Reza Alex Noerdin
  Ir. H. Syarial Oesman, MM
  H. Ishak Mekki
  Herman Deru

Komentar Terakhir

  • Modogeate

    online casino <a href="https://onlinecasinoplay.us.org/">best online ...

    View Article
  • Alavifefainee

    online casino <a href="https://onlinecasino2018.us.org/">casin o real ...

    View Article
  • CharlesLaf

    wh0cd182067 <a href=http://lasix247.video/>lasix</a> <a ...

    View Article
  • Payday Loans

    personal loan <a href="https://personalloan.trade">get a personal ...

    View Article