Dinkes Sumsel, Akan Adakan Kampanye Penanggulangan Campak dan Rubella

By 30 Jul 2018, 14:57:10 WIBKesehatan

Dinkes Sumsel, Akan Adakan Kampanye Penanggulangan Campak dan Rubella

Keterangan Gambar : Kadinkes Sumsel, Dra Lesty Nurainy, Apt M.Kes. Saat Konfrensi Pers di Ruang Rapatnya, Senin (30/07/2018).


PALEMBANG, liputan-sriwijaya.co.id -- Dinas Ksehatan Provinsi Sumsel siap menggelar dan mengkampanyekan imunisasi campak dan rubella dengan target sasaran 2,2 juta anak. Imunisasi massal akan dilaksanakan pada 1 Agustus hingga 30 September. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra Lesty Nurainy, Apt M.Kes saat konfrensi pers di ruang rapatnya, Senin (30/07/2018).

Menurut Kadinkes, Lesty Nurainy, setiap anak di Sumsel berhak mendapatkan kesehatan yang layak. Imunisasi massal campak dan rubella merupakan salah satu cara untuk melindungi kesehatan anak anak di seluruh pelosok Sumsel. 

"Kami siap untuk mencapai target 100 persen imunisasi massal campak dan rubella atau MR.  Untuk tanggal 1 sampai 31 Agustus imunisasi digelar di sekolah SD, madrasah dan PAUD. Sedangkan tanggal 1 sampai 30 September akan dilaksananan di fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas,  klinik, dan posyandu. Imunisasi ini tidak bayar aliasa gratis, "terangnya. 

Lebih lanjut Lesty menjelaskan, agenda ini adalah agenda nasional. Dinkes Sumsel berkomitmen mensukseskannya. "Kita akan mengejar anak- anak baik di sekolah, jalanan, anak terlantar, anak putus sekolah dan anak-anak di panti sosial. Sekitar 2,2 juta anak usia 9 bulan sampai 15 tahun akan menjadi sasaran vaksin campak dan rubella di Sumsel, "katanya. 

Kampanye imunisasi campak dan rubella ini, sambung Lesty, merupakan bagian dari program nasional di 28 provinsi diluar pulau Jawa, yang berhasil menyasar 35 juta anak.  

"Pemerintah pusat berkomitmen untuk membebaskan anak-anak dari campak dan rubella pada 2020. Terkait imunisasi massal campak dan rubella, pemerintah pusat telah menetapkan target capaian nasional 95 persen. Sehingga tidak ada daerah yang berada dibawah angka 80 persen," bebernya. 

Ia pun mengungkapkan, penyakit rubella tidak menunjukkan tanda -tanda significan. Akan tetapi jika dilakukan pencegahan sejak dini, dapat menghindarkan anak-anak dari kebutaan, kepala kecil, katarak, hingga gangguan pendengaran.

"Bila rubella  menulari ibu hamil pada semester  pertama , dapat menyebabkan keguguran atau cacat pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan itu dikenal dengan syndrome rubella kongenital yang meliputi kelainan jantung, kerusakan otak, ketulian, keterlambatan perkembangan. Untuk yang tidak dilakukan pencegahan awal dapat menyebabkan anak terkena radang aru,  radang otak, kebutaan hingga kematian pada gizi buruk, " pungkasnya. @Nop



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook, JANGAN MEMASUKKAN LINK DALAM KOMENTAR KARENA LINK ANDA SUDAH PASTI MUNCUL, JANGAN SPAM YA BROW

View all comments

Write a comment