Tidak Terbukti ‘Penggelapan’, Rahidin H Anang Lepas Dari Tuntutan Hukum
Dituduh menempati Bangunan Tanpa Izin

By April Ibrahim 14 Agu 2018, 20:23:40 WIBHukum

Tidak Terbukti ‘Penggelapan’, Rahidin H Anang Lepas Dari Tuntutan Hukum

Keterangan Gambar :


Hakim Pengadilan Negeri (PN)  Palembang memutuskan perkara Nomor 844/Pid.B/2018/PN.PLG yakni  Rahidin H Anang pria asal Muba tepatnya Kecamatan Sanga Desa lepas dari tuntutan hukum, Selasa (14/08/2018).

Prof DR HC AIMS HM Rasyid Ariman SH MH selaku kuasa hukumnya mengatakan,  bahwa hari ini Rahidin H Anang  diputuskan lepas dari segala tuntutan hukum.

"Perkara ini sudah diputus,  tidak terbukti melakukan penggelapan karena UU nya tidak berlaku lagi. Sehingga perkara itu dianggap tidak ada.  Perkara ini tidak ada perdata atau pidana,  tidak ada penggelapan," Jelasnya.

Menurut Rasyid, dalam kasus perkara ini,  Jaksa menerapkan pasal penggelapan itu keliru. Oleh sebab itu,  pak Rahidin dalam sidang hari ini lepas dari segala tuntutan hukum.

"Polisi dan Jaksa tidak profesional dalam perkara ini.  Kesimpulannya tidak ada masalah pidana dan perdata dalam perkara pak Rahidin, " bebernya. 

Sementara itu,  Kuasa Hukum Rahidin H Anang yakni Mohammad Irsan SH menambahkan,  perkara pak Rahidin adalah ujian untuk keluarga karena biaya dan waktu terbuang. "Perkara ini terkesan agak dipaksakan . Padahal seharusnya penegak hukum harus profesional,  taat hukum dan taat proses," ucapnya.

Irsan menuturkan,  tuduhan penggelapan adalah untuk barang bergerak dan bewujud.  Tapi untuk rumah dan gedung,  itu tidak masuk penggelapan dan itu tidak berlaku lagi."Proses perkara ini kita pikir- pikir mau kasasi atau tidak," ucapnya. 

Sementara itu,  Rahidin H Anang mengungkapkan,  dalam perkara ini dirinya didakwakan Jaksa menerapkan pasal penggelapan. Padahal yang menjadi perkara itu komplek pergudangan Palembang Star dan bukan barang bergerak atau perumahan.

" Pasal perumahan sudah dicabut,  tidak digunakan lagi.  Jaksa menggunakan UU yang tidak berlaku lagi.  Itu bukan perumahan tapi gudang,  itu salah besar.  Beda peraturan perumahan dan pergudangan ," ucapnya.

Oleh sebab itu,  lanjut Rahidin, dirinya pribadi dizolimi. " Setelah kasus ini, saya menolak kasus ini pidana.  Kenapa ini lanjut, padahal saya sudah bayar," ungkapnya.

Rahidin bersyukur perkara ini sudah selesai.  "Alhamdulilah sudah clear. Keputusannya  sudah jelas.  Saya lepas dari tuntutan hukum pada putusan hakim hari ini. Harusnya penegak hukum profesional dalam perkara ini. Bahkan Hakim menyarankan kami untuk merehabilitasi nama baik saya," tandasnya. (Alamsyah-Liputan Sriwijaya)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook, JANGAN MEMASUKKAN LINK DALAM KOMENTAR KARENA LINK ANDA SUDAH PASTI MUNCUL, JANGAN SPAM YA BROW

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Robby Prihandaya

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 - 2024
  Saya Belum Menentukan Pilihan
  Saya Golput Sajalah
  Jokowi dan Maruf Amin
  Prabowo dan Sandiaga Uno

Komentar Terakhir