Pemasangan PLN Diduga Dipungut 5 Juta: Ini Jawaban Humas PLN WS2JB

By 04 Mei 2018, 18:15:38 WIBDaerah

Pemasangan PLN Diduga Dipungut 5 Juta: Ini Jawaban Humas PLN WS2JB

Keterangan Gambar : Daftar Harga Pasang Baru PLN



BANYUASIN, liputan-sriwijaya.co.id --Program PLN untuk menerangi desa diduga di tunggangi oleh oknum kepala desa kecamatan Banyuasin II. Adapun oknum yang diduga menunggani itu dari 4 (Empat) desa antara lain 1. Desa Sri Agung, 2. Sumber Rejeki, 3. Tabala Jaya, 4. Maju Ria. Hal tersebut dari empat desa itu kepala desa-Nya membentuk tim desa masing-msaing meminta pungutan kepada warga dengan nominal 5 juta rupiah per rumah untuk sambungan
pemasangan listrik baru, istalasi memasukan api ke rumah dan pembagian api tiga titik. Sehubungan hal tersebut maka dari tujuh  desa yang ada di wilayah kecamatan Banyusin II tiga desa diantaranya menyatakan tidak setuju kalau pungutan sebesar lima juta

Hal itu di ungkapkan oleh Sukarjo (65) tahun kepala desa Jati Sari, menurut dirinya dia tidak terima untuk pungutan se-besar 5 juta tersebut," lima juta per rumah watt 900 api ke rumah tiga titik, kesepakatan kades 4, (Rudi), (Idham), (Sarif), (Muji). Dengan pemborong PLN bukan dengan PLN. Bukan keberatan karena harganya tidak segitu kan ada selembaran dari PLN. Yang menyalahi bukan PLN, yang menyalahi itukan pemborong instlasi dengan kades,"
ujarnya. Rabu malam (2/5/2018) di kediamanya

Lebih lanjut menurut Sukarjo menuturkan ketika PLN mengadakan sosilisasi di desa Jati Sari  atas undangan tim desa Jati Sari, "masyarakat desa situ tidak pada hadir, yang hadir cuma Akhmad dan warganya, yang 4 desa itu tidak hadir karena itu tidak boleh atau bagai mana oleh pak kadesnya. Karena itu lah yang semangat menentukan 5 juta dari 4 desa itu,"ungkapnya

Menurut dirinya dari tiga desa tersebut, salah satu desa telah membuat surat keberatan kalau di pinta pungutan 5 juta salah satunya ya itu desa Karang Sari, kepala desa-Nya sudah mengirimkan surat keberatan kepada pihak pemborong intalasi dan di tembuskan ke PLN, "kalau yang Satu desa, dan Dua desa ikut, tapi yang 4 desa ini tidak, tadi ditempat Akhmad 5 juta dan tempat Zaka juga 5 juta, tetapi setelah Jati Sari muncul tidak ada pungutan 5 juta karena brosur dari PLN paling banyak 2 juta, itulah terus oleh Zaka membuat surat sanggahan ini dan itu sebagainya,"beber kades Jati Sari

Sementara hal senada di ungkapkan Tokoh tokoh masyarakat desa Karang Sari inisial (M) 43 tahun, yang juga enggan namanya  di sebutkan menurut dirinya menuturkan bahwa desa Karang Sari tidak sanggup dengan Nominal se besar lima juta tersebut, "tidak sanggup wong dari PLN ketentuan sudah ada kok kalau yang 900 watt itu 899.000 sudah termasuk token yang 50 ribu, belum termasuk SLO dan instalasi dan sebagainya,"teranganya melalui selulernya. Kamis (3/5)

Ketika disinggung mengenai 4 desa yang mengambil pungutan 5 juta dan sosialisasi PLN yang dilaksanakan bertempat di desa  Jati Sari tersebut dirinya membenarkan, "memang benar pungutan itu ada, dan yang hadir  kemarin Mekar Sari, Karang Sari, Jati Sari,"ucapnya
 
Sementara ketika berhasil di hubungi melalui ponsel-Nya Kepala desa Sri Agung Rudi, membenarkan adanya pungutan nomimal 5 juta tersebut dan mengatakan menurut dirinya itu untuk biaya oprasional, "itu memang ado, tapi itu dengan CV kito idak galo-galo mano yang melok bae, tapi masalah nominal itu belum deal, kito maseh ngajukan pengurangan jugo dengan pihak CV itu, "kata Kades Rudi
 
Lebih lanjut menurut Rudi mengatakan, pihak pemborong itu adalah CV. Mandala Electric, "karena itu termasuk oprasional tebang tanam tumbuh, pertama di dalam desa, yang ke Dua dari Penuguk'an sampe ke desa Sri Agung itu kan biaya tebang tanam,"tuturnya

Ketika di singgung mengenai kehadiran acara sosialisasi PLN yang di laksanakan pada Hari Rabu (2/5)  bertempat di desa Jati Sari, "kalau aku tidak ada undangan pak," tambah Rudi 

"Inti nya kita ini kan sebenarnya kalau menurut harga PLN memang benar  standarnya, tetapi PLN yang pasti idak ado bertangung jawab masalah tanam tumbuh di dalam desa, yang mikirkan upahnya termasuk biaya dari situlah,"jelasnya
 
 
Lebih lanjut secara terpisah juga melalui seluler tim berhasil menghubungi kepala desa Tabala Jaya Arif mengatakan benar ada pungutan 5 juta, "kontraktor instalasi listrik, kami kalau desa tidak memungut. Bapak lansung konfirmasi sama pak Feri aja sebenarnya, nanti aku enjuk nomornyo atau pak Eko nanti kami kirimkan nomor hapenyo pak Eko bagian instalator, kami kepala desa tidak ikut,"kata kades Tabala Jaya Arif Kamis sore (3/5)

Sementara kepala desa Sumber Rejeki Mujianto ketika di hubungi via ponselnya mengatakan," Bisa jadi kalau jawaban saya benwr dan tidak nya itu kan belum tapi ini jaringa bae belum masuk, terus setiap desa itu ada panitia. Setahu aku belum ada taransaksi ke kontaraktor,,"ujarnya 
 
Ketika di konfirmasi melalui Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah S2JB Rosmalina yang di dampingi Iwan Ariesetiadi Humas Supervisor Lapangan menurut dirinya mengatakan, "kami sudah melakukan sosialisasi di daerah kecamatan Banyuasin II pada hari Rabu tanggal 2 kemarin,"terangnya. Jumat (4/5)

Lebih lanjut ketika di singgung mengenai dugaan pungutan 5 juta tersebut ia menuturkan, "kami pihak PLN tidak bertanggung jawab dalam hal, kalau ada komplin dari masyarakat. Karena sampai saat ini kami pihak PLN tidak menerima  sepeserpun,"jelasnya

Dan untuk di ketahui oleh masyarakat PLN tidak menerima uang tunai pasang baru. PLN ada program PPOB (Pembayaran Poil Online Bank), "PLN akan pasang baru di sana kita akan koordinasi  sesuai prosedur lansung bawa meter bayar via PPOB masyarakat jangan khawatir, tidak usah lewat calo,"tambahnya

Menurut Iwan, masalah harga pasang baru itu harus sesuai ketetapan PLN, "jadi tidak di benarkan kalau biaya yang di luar ketetapan PLN untuk biaya pasang baru. Jika ada pungli laporkan saja ke pihak yang berwajib."Pungkasnya

Sampai berita ini di tayangkan menuggu kiriman nomor telpon dari kepala desa Tabala Jaya Arif, yang menjanjikan akan mengirim kan nomor ponsel pak Feri dan pak Eko yaitu pihak CV rupanya tidak juga di kirimkan dan tim kesulitan untuk menghubungi pihak CV. Sementara  kepala desa Maju Ria Idham ketika akan dihubungi  tidak berhasil. @Tim


 
 

 


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook, JANGAN MEMASUKKAN LINK DALAM KOMENTAR KARENA LINK ANDA SUDAH PASTI MUNCUL, JANGAN SPAM YA BROW

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Robby Prihandaya

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 - 2024
  Saya Belum Menentukan Pilihan
  Saya Golput Sajalah
  Jokowi dan Maruf Amin
  Prabowo dan Sandiaga Uno

Komentar Terakhir