Istri Bunuh Suami Selingkuh, Kini Disidangkan

By 02 Agu 2018, 22:16:59 WIBHukum

Istri Bunuh Suami Selingkuh, Kini Disidangkan

Keterangan Gambar : Terdakwa Saat Menjalani Sidang di PN Kota Palembang



PALEMBANG, liputan-sriwijaya.co.id --  Kasus pembunuhan terhadap Isnadi yang tidak lain suaminya sendiri, Suciati (36) menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis,(2/8). Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi SH terungkap. 

Kejadian bermula pada hari Rabu tanggal 07 Maret 2018, pagi harinya sekitar pukul 06.00 Wib, terdakwa mendapati korban sedang berada di rumah selingkuhannya yang tidak jauh dari rumah terdakwa, lalu terdakwa mengajak korban pulang ke rumah, sesampainya dirumah, korban memarahi terdakwa sambil berkata “Biarlah aku disano, pening aku dirumah, betino mesum, binatang”, selanjutnya korban memukul terdakwa dan membenturkan kepala terdakwa ke dinding hingga terdakwa kesakitan dan mengalami pusing pada kepala, dan setelah itu korban berbaring untuk tidur sambil meletakkan satu bilah pisau di sebelah tempat tidurnya.

"Bahwa karena melihat pisau yang berada disebelah korban tersebut, saat itulah timbul rencana untuk membunuh korban, sehingga tanpa berfikir panjang lagi, terdakwa melaksanakan rencananya itu dengan cara mengambil pisau tersebut lalu menusukkan pisau ke bagian perut diatas pusar sebanyak 1 (satu) kali, namun meskipun dalam keadaan atau kondisi sudah tertusuk,"ujar JPU. 

Lanjut JPU Dwi, kemudian korban berusaha bangkit dari tempat tidur dan menarik rambut dan membenturkan kepala terdakwa, lalu berlari keluar dan berteriak minta tolong saat itu korban ditolong oleh saksi, Arwandi Bin M. Hatta, lalu diantar ke Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI dan sesampainya di Rumah Sakit, korban berhasil ditolong dan mendapatkan perawatan medis.

"Meskipun terdakwa telah berhasil menusuk perut korban, namun terdakwa khawatir apakah tusukkan pisau yang dilakukan terdakwa telah berhasil membunuh korban.Sehingga atas dasar ke khawatiran itu terdakwa berfikir kalau korban masih hidup dan sembuh kembali, maka korban akan dendam kepada terdakwa dan bahkan membunuh terdakwa, karena itulah terdakwa merencenakan harus membunuh korban sebelum korban sembuh dan pulang dari Rumah Sakit,"jelasnya.

"Atas Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.Atau, sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.Atau, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 44 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia No, 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,"jelas JPU Dwi. 

Usai mendengarkan dakwaan dari JPU dan mendengarkan keterangan saksi saksi serta majelis hakim, Yohanes SH menunda jalanya persidangan hingga pekan depan dengan agenda keterangan terdakwa. @Kiki


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook, JANGAN MEMASUKKAN LINK DALAM KOMENTAR KARENA LINK ANDA SUDAH PASTI MUNCUL, JANGAN SPAM YA BROW

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Robby Prihandaya

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 - 2024
  Saya Belum Menentukan Pilihan
  Saya Golput Sajalah
  Jokowi dan Maruf Amin
  Prabowo dan Sandiaga Uno

Komentar Terakhir