DI DUGA PENGGUNAAN DANA BOS TIDAK TEPAT SASARAN
PENGGUNAAN DANA BOS TIDAK SESUAI JUKNIS DAN RKAS

By April Ibrahim 21 Mei 2017, 15:58:06 WIB

DI DUGA PENGGUNAAN DANA BOS TIDAK TEPAT SASARAN

Keterangan Gambar : SDN 33 Palembang


          Liputan sriwijaya (Banyuasin) 20 Mei 2017. Upaya maksimal dan kerja keras Pemerintah Pusat sudah terukur dan dinilai bijaksana dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa lewat dunia pendidikan, hal ini tercermin dengan dimulainya program BOS tahun 2005 untuk pertama kalinya digulirkan oleh Pemerintah. Dari tahun ke tahun anggaran dana BOS selalu dinaikkan atau ditingkatkan, baik dalam APBN maupun APBD daerah masing-masing dan kalau tahun-tahun sebelumnya program BOS masih terfokus pada wajib belajar 9 tahun, namun saat ini Pemerintah Pusat sudah mengeluarkan kebijakannya menjadi wajib belajar 12 Tahun.
        Tujuannya sangat jelas yaitu agar sekolah tersebut tetap terawat dengan bik serta sekolahpun diberikan keleluasaan dan kewenangan penuh untuk mengelola dana BOS sesuai kebutuhan sekolah sesuai dengan pedoman Manajemen BOS Berbasis Sekolah (MBS).
Namun walaupun demikian penggunaan dana BOS harus sesuai dengan peruntukannya (Sesuai Petunjuk Teknis / Jukni BOS), harus transparan, akuntabilitas, serta dapat dipertanggungjawabkan oleh Manajemen Pengelola BOS di sekolah.
Program BOS dan kebijakan pemerintah sudah seharusnya diapresiasi oleh semua pihak dan stakeholher di sekolah dan diikuti dengan baik, lebih-lebih diutamakan untuk khusus untuk pelaksanaan program pendidikan sebagai unjung tombak dari segala implementasi kebijakan program BOS wajib belajar 12 Tahun.
     Program BOS wajib belajar 12 tahun saat ini dirasakan sudah cukup memenuhi rasa keadilan di masyarakat, karena telah mempersempit jarak kesenjangan antara golongan orang yang mampu dan golongan yang tidak mampu. mereka bisa bersama-sama setara mengenyam pendidikan di tempat sekolah yang sama.

WC yang tidak terawat
            Dari penelusuran wartawan LS di lapangan masih ada saja sekolah yang belum sepenuhnya menjalankan program BOS ini sesuai peruntukannya bahkan bertolak belakang dengan program BOS pusat dan tidak melaksanakan sesuai manajemen BOS berbasis Sekolah atau sesuai petunjuk teknis / Juknis BOS). Indikasi ini ditemukan wartawan LS dalam penelusurannya di SDN 33 Talang Kelapa Banyuasin, adapun dari hasil penelusuran dan jepretan kamera wartawan LS terlihat jelas Toilet dan WCnya tidak terawat dengan baik dan tidak tersedia air di toiletnya, plafonnya pun bolong-bolong dan cat dinding rumah sekolahnya pun kusam, serta tidak ada pengumuman tentang penggunaan dana BOS di papan pengumuman sekolah baik tentang Anggaran belanja tahunan (RKAS) maupun anggaran belanja Triwulan.

          Setelah hal ini dikonfirmasikan wartawan LS ke Kepala Sekolah SDN 33 ibu Hj. Melly, beliau menjelaskan bahwa untuk perawatan dan perbaikan seperti toilet dan perbaikan plafon belum ada anggaran dananya, tetapi kalau untuk biaya perbaikan ruangan itu sudah diatur dalam anggaran dana BOS dan itupun kita laksanakan secara bertahap ungkap beliau. Sedangkan berdasarkan Juknis BOS untuk biaya PAM dapat dialokasikan secara bulanan dari dana BOS  terutama pada item Pembiayaan belanja dan Jasa (BD-Tim LS)

Plafon Bolong



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook, JANGAN MEMASUKKAN LINK DALAM KOMENTAR KARENA LINK ANDA SUDAH PASTI MUNCUL, JANGAN SPAM YA BROW

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Robby Prihandaya

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 - 2024
  Saya Belum Menentukan Pilihan
  Saya Golput Sajalah
  Jokowi dan Maruf Amin
  Prabowo dan Sandiaga Uno

Komentar Terakhir